"jika sebagian orang siang ini makan di restoran-restoran mahal di SEMINYAK, KUTA, LEGIAN, UBUD. barbeque, pasta, pizza, steak, salad, desert, wine..... beberapa orang masih berharap nasi turun dari langit. seperti seorang bapak di pantai lebih - gianyar ini. Sering kita terlalu naif jadi manusia..."
pic: pande putu setiawan
teks: pande putu setiawan
jalan bhakti (kini)
![]() |
| gde prama |
hari ini saya bertemu Gde Prama dalam sebuah talkshow buku di Gramedia Bali Galeria. Saya diberi oleh-oleh salah satu dari buku yang beliau tulis, dengan sebuah pertanyaan berikut:
pande: "pak gde, saya mau bertanya, kenapa walau di Bali banyak pura tlah dipugar dan dibuat lebih megah, rumah-rumah orang bali semakin bagus pada umumnya (walau ribuan yang lain di kintamani, karangasem, singaraja nasibnya tak sama beruntungnya) tapi saya merasakan malah Bali tak sebaik dulu. mau ketemu bapak hari ini saja saya terjebak kemacetan di jalan by pass. di bali 'yang penuh cahaya ini kata bapak', beri saya sedikit pencerahan.. :) "
gde prama: "tantangan zaman menuntut kualitas bhakti yang jauh lebih dalam lagi. Tidak lagi memadai hanya mempersembahkan hal-hal luar. Inilah saatnya manusia untuk mempersembahkan hidupnya. Memperbaiki tempat ibadah, melakukan upacara jor-joran itu baik. cuma jangan lupa, anak-anak kita, cucu-cucu kita sesungguhnya leluhur yang terlahir. sehingga layak direnungkan mengungkapkan bhakti dengan cara menyayangi, menyekolahkan, membimbing mereka menjadi manusia-manusia utama. Untuk itu, mengalokasikan sebagian dana dan tenaga untuk memfasilitasi pertumbuhan mereka, tidak kalah pentingnya dengan merenovasi, ngayah di pura. bermodalkan kasih sayang pada anak, cucu, kemudian perluas pancaran kasih sayang ke tetangga, bumi, mahluk lain..."
dikutip dari: Bali Shanti 2 - Gde Prama
ada yang berubah... siapa yang berubah???
![]() |
| pentas dimulai, gerbang dibuka |
![]() |
| anak-anak menonton dengan terperanjat... |
![]() |
| beri aku kesempatan |
![]() |
| ah,... bli...... |
![]() |
| @#$%^&*() |
![]() |
| cencored |
![]() |
| @#$%^&*() |
"jeng jong jang jing.. jirang.. jungjeng...." seroang penari joged bumbung keluar dari gerbang rumah orang Ubud. lirik matanya liar. gerak tubuhnya binal. anak-anak menonton sambil tercengang.
ini nyata bukan rekayasa. potret-potret diatas diambil saat sebuah helatan street party di ubud kala itu. we love OUR CULTURE. but we prefer a HUMBLE culture. not a VULGAR one... :)
anyway,... kembali, hidup adalah pilihan....
ingetang mekenyem... :)
pic: anggara mahendra
text: pande
wawancara dengan luh manis. sebuah kisah manis.
ini tempatnya orang-orang biasa untuk didengar, dilihat, dihargai. gak harus jadi orang terkenal baru punya kesempatan. maka, percayalah, jika kau punya suara, selalu ada tempat untuk berbagi. disini tempatnya. :)
wawancara dengan: luh manis
kontributor: pande
Terlahir di songan kintamani, sempat bekerja di norwegia beberapa tahun, luh manis kini memutuskan untuk menetap di ubud. berikut sepotong kisah manis dan pahit tentangnya.
pande: "Ceritakan sedikit pengalaman ketika pertama kali memutuskan untuk bekerja ke ubud?"
luh: "Aku pindah ke ubud sejak tamat SMA th 2001. Aku suka ubud dari pertama ke ubud. Sekarang buka usaha kecil-kecilan juga kerja sebagai SPV RESTAURANT.
pande: "Kenapa memilih Ubud?"
luh: "Karena UBUD nyaman, aku suka lihat sawah, bukit campuhan, ada banyak tempat untuk YOGA, trs orang2nya ramah, dan bnyk hal lainnya."
pande: "Ceritakan sedikit tentang usaha kecilnya?"
luh: "Disamping aku buka usaha makanan aku juga buka usaha jual SAYUR MAYUR..karena ,kadang2 harga di desa rendah banget sedangkan aku lihat harga di RESTO tinggi mungkin 100x dr harga sayuran tsb.hingga aku selalu bpikir bagaimana cara untuk meningkatkan hasil dan mengolah sayur2an itu ."
pande: "Harapan ke depan...?"
luh: "Harapan kedepan semoga usahaku berjalan lancar,,hingga kelak jika ada kesempatan aku berkelurga aku udah ada pegangan,tidak lagi sepenuhnya tergantung dari penggasilan suami.SEMOGA TERKABULKAN."
pande: "Terimakasih luh..."
luh: "Suksma mewali bli... :)"
wawancara dengan: luh manis
kontributor: pande
![]() |
| luh manis, bergen - norwegia |
pande: "Ceritakan sedikit pengalaman ketika pertama kali memutuskan untuk bekerja ke ubud?"
luh: "Aku pindah ke ubud sejak tamat SMA th 2001. Aku suka ubud dari pertama ke ubud. Sekarang buka usaha kecil-kecilan juga kerja sebagai SPV RESTAURANT.
pande: "Kenapa memilih Ubud?"
luh: "Karena UBUD nyaman, aku suka lihat sawah, bukit campuhan, ada banyak tempat untuk YOGA, trs orang2nya ramah, dan bnyk hal lainnya."
pande: "Ceritakan sedikit tentang usaha kecilnya?"
luh: "Disamping aku buka usaha makanan aku juga buka usaha jual SAYUR MAYUR..karena ,kadang2 harga di desa rendah banget sedangkan aku lihat harga di RESTO tinggi mungkin 100x dr harga sayuran tsb.hingga aku selalu bpikir bagaimana cara untuk meningkatkan hasil dan mengolah sayur2an itu ."
pande: "Harapan ke depan...?"
luh: "Harapan kedepan semoga usahaku berjalan lancar,,hingga kelak jika ada kesempatan aku berkelurga aku udah ada pegangan,tidak lagi sepenuhnya tergantung dari penggasilan suami.SEMOGA TERKABULKAN."
pande: "Terimakasih luh..."
luh: "Suksma mewali bli... :)"
ingetang mekenyem... :)
"potret seorang anak pengrajin bambu di banjar kerta payangan. ingetang mekenyem... :)
pic: pande putu setiawan
hukum wirausaha # 1
Bosen lihatin lowongan pekerjaan..., bosen juga buang-buang waktu luang? Oke, kini waktunya kita untuk bermimpi berbeda. Selain sibuk mikirin minjem sana sini uang sogokan (konon) buat cari PNS, bagaimana kalo jadi pengusaha MUDA aja. hem... siapa takut??? Berikut beberapa tips yang saya kutip dari buku Wirausaha Muda Mandiri karya Renald Khazali.
Hukum Wirausaha # 1
bersambung....
salam budaya
disadur oleh : pande putu setiawan
13/10/10
Hukum Wirausaha # 1
- kenali belenggu-belenggu diri dengan memeriksa daftar belenggu ini. keluarga yang terlalu banyak aturan, sikap-sikap negatif, gengsi, pemalu, takut tantangan dan lingkup pergaulan yang terlalu sempit.
- carilah lingkungan baru. ingatlah manusia-manusia unggul akan merekrut manusia-manusia unggul. sedangkan manusia kelas 2 hanya akan mengambil manusia-manusia kelas 3 atau lebih rendah.
- berlatih terus dan jangan pernah menyerah.
- hidup anda bukan ditentukan oleh takdir. anda bisa membuat nasib sendiri dengan tangan anda sendiri.
- anda adalah dengan siapa anda bercakap-cakap setiap hari. carilah guru, belajarlah bekerja keras tumbuhkan sikap-sikap positif, buat karya-karya kecil namun spektakuler.
- berfokuslah pada apa yang anda bisa kerjakan. bukan apa yang anda tak bisa kerjakan.
bersambung....
salam budaya
disadur oleh : pande putu setiawan
13/10/10
jagung bakar saat hujan
"ubud malam hari. keluar dari jalan monkey forest yang sibuk, maka kamu akan temukan banyak hal-hal lain. orang-orang lain. :)"
pic: pande putu setiawan
teks: pande putu setiawan
ubud pagi ini
Tentu, kau tak kan menemukan satupun outlet waralaba disini,
seperti lagu lama para turis yang pernah diajarkan teman buleku:
”Mc.. D,.. KFC..., Pizza Hut,....”
Kau hanya akan menemukan Cinta Grill, Tut Mak Espresso, Kafe, Casa Luna, Batan Waru, Pundi-Pundi, Bu Oka, Warung Dewa, Bali Buddha dan Bebek Bengil tentunya.
Tentu menu-menu aneh pula, bebek betutu, ayam sambal mentah, atau bahkan dengan nama yang lebih aneh lagi.
Tak juga ada 21,
atau Mall,
atau gedung bioskop!
hanya pentas tari setiap malam:
kecak, legong, barong, ramayana,.. di panggung-panggung tari, balai banjar , atau wantilan Puri. Puluhan bule tak henti2 bertepuk tangan riuh setiap kali satu tarian selesai dipentaskan dan aku adalah orang lokal satu-satunya yang ikut di keramaian ini (yang turis gw apa mereka..???)….
Menunggu di parkiran, berharap salah satu dari penari2 wanita yang sedang mau pulang dengan sepeda motornya, sejenak diam membiarkan mataku memandangi wajah2 mistisnya yang manis, menerka bahan bakar apa kiranya yang mereka gunakan, yang telah menunjukkan energi peciptaan Tuhan, dalam setiap gerakan-gerakan mereka. Apakah ia: Cinta..????
Sementara beberapa anak-anak dan ibu-ibu penjual tiket dengan
pakaian adat Bali berlalu lalang mencari tambahan rejeki. Menyapa setiap bule yang lewat, dengan bahasa Ingris terbata-bata yang digabung dengan bahasa tubuh selebihnya.
Sejenak aku terdiam di trotoar, sembari menyimak life music unplug yang menyanyikan lagu-lagu lawas, di restoran Kajane villa di seberang jalan, menghabiskan super green food juice yang aku baru beli di Bali Buddha - kafe yang selalu dijejali bule dan wisatawan lokal pecinta makanan sehat tentu pecinta kedamaian - , sepertiku.
Di trotoar Jl. Monkey Forest itu, puluhan bule lain berlalu-lalang nyaman.
Aroma lulur spa, bercampur aroma kopi dari kafe-kafe yang banyak tersebar disana dengan harum wangi dupa dari setiap tugu menyebar memenuhi jalan. Mengalahkan bau badan bule yang rada aneh, ikut meramu hawa malam.
*
Lelah dari rutinitas harian,
Rehat sejenak reflexi kaki di Kenko,
Sambil mendengarkan musik instrumental nuansa alam,
sejenak menerbangkan hayal…
Terbayang,
ketika sore menjelang, menunggu bayang-bayang sunset melewati bukit Campuhan, menikmati alunan nyanyi sungai membentur batu,
lagu ilalang yang dipetik angin,
ditemani kupu-kupu liar yang terbang rendah.
Ketika bayang-bayang matahari memantul di sela-sela padi dan memberi kita pagi!
Membuka jendela timur kamar penginapan, tergelar kolam renang biru dengan air bening di hadapanku. Terhidang teh hangat dan roti panggang di teras yang memandang tebing sungai dan padi menguning dikejauhan, dihibur oleh ketukan tak teratur gemeric air yang jatuh dari pancuran patung batu.
Ketika kau datang sekonyong-konyong dan memelukku erat tanpa kata.
Masih juga tak kau lepas,… walau telah basah kuyup bajuku menghapus air mata yang tak henti mengalir dari kedua mata indahmu itu.
Lama aku berpikir, setelah jauh aku menjelajah,
Apa yang aku cari?
Gedung bertingkat 28?
Sky Tower?
Kehidupan malam?
Klub dengan musik hingar?
Taman kota penuh hiburan?
Pertunjukan teater di hall megah?
Bukan,… bukan.... (pikirku)
Bukan..........
Saat-saat kamu menenteng belanjaan souvenirku di pasar Ubud!
Saat kita makan sate ayam dan seketika hujan turun,...
Saat kau duduk di tepi kolam renang, membawakan segelas jus jeruk buatku,..
Saat kau merapikan segala isi tas ranselku yang tak pernah rapi,
Saat kau terlelap lelah menemaniku dan beribu wajah malaikat terpancar dari wajah unikmu....
Saat kau menatap mataku tanpa kata, hanya seutas senyum.
Saat aku belikan kau hadiah baju kaos merah muda bergambar bunga lotus putih,
dan tas karung rajut bertulis “Lets think about earth” yang dibuat oleh seorang perempuan kecil yang baru pulang sekolah saat ia menjaga tokonya.
Huuuuh.........
Ketika hari ini,…
Kita melewati hari seperti biasa,
Melawan waktu dengan kerja,
Membiarkanmu pergi atas nama cinta,
Menulisi kembali buku kehidupan dengan pena mimpi kita,
Aku memilih bersahaja,
Hidup sederhana dan lurus saja,
Seperti seruling bambu,
Tempat menyatukan nada-nada indah gamelan,
gemericik air sungai campuhan,
suara angin yang memetik ilalang,
dan detak suara hatiku, menjadi nada-nadanya yang baru!
Tentu ku biarkan Sang Pencipta memainkannya!
Sekali kau mengenali wajah-Nya dalam lukisan alam dan kehidupan,
maka kau akan mengenal arti kata cinta yang sebenarnya.
copyrighted ©
pande putu setiawan
campuhan, 10 Mei 2009
seperti lagu lama para turis yang pernah diajarkan teman buleku:
”Mc.. D,.. KFC..., Pizza Hut,....”
Kau hanya akan menemukan Cinta Grill, Tut Mak Espresso, Kafe, Casa Luna, Batan Waru, Pundi-Pundi, Bu Oka, Warung Dewa, Bali Buddha dan Bebek Bengil tentunya.
Tentu menu-menu aneh pula, bebek betutu, ayam sambal mentah, atau bahkan dengan nama yang lebih aneh lagi.
Tak juga ada 21,
atau Mall,
atau gedung bioskop!
hanya pentas tari setiap malam:
kecak, legong, barong, ramayana,.. di panggung-panggung tari, balai banjar , atau wantilan Puri. Puluhan bule tak henti2 bertepuk tangan riuh setiap kali satu tarian selesai dipentaskan dan aku adalah orang lokal satu-satunya yang ikut di keramaian ini (yang turis gw apa mereka..???)….
Menunggu di parkiran, berharap salah satu dari penari2 wanita yang sedang mau pulang dengan sepeda motornya, sejenak diam membiarkan mataku memandangi wajah2 mistisnya yang manis, menerka bahan bakar apa kiranya yang mereka gunakan, yang telah menunjukkan energi peciptaan Tuhan, dalam setiap gerakan-gerakan mereka. Apakah ia: Cinta..????
Sementara beberapa anak-anak dan ibu-ibu penjual tiket dengan
pakaian adat Bali berlalu lalang mencari tambahan rejeki. Menyapa setiap bule yang lewat, dengan bahasa Ingris terbata-bata yang digabung dengan bahasa tubuh selebihnya.
Sejenak aku terdiam di trotoar, sembari menyimak life music unplug yang menyanyikan lagu-lagu lawas, di restoran Kajane villa di seberang jalan, menghabiskan super green food juice yang aku baru beli di Bali Buddha - kafe yang selalu dijejali bule dan wisatawan lokal pecinta makanan sehat tentu pecinta kedamaian - , sepertiku.
Di trotoar Jl. Monkey Forest itu, puluhan bule lain berlalu-lalang nyaman.
Aroma lulur spa, bercampur aroma kopi dari kafe-kafe yang banyak tersebar disana dengan harum wangi dupa dari setiap tugu menyebar memenuhi jalan. Mengalahkan bau badan bule yang rada aneh, ikut meramu hawa malam.
*
Lelah dari rutinitas harian,
Rehat sejenak reflexi kaki di Kenko,
Sambil mendengarkan musik instrumental nuansa alam,
sejenak menerbangkan hayal…
Terbayang,
ketika sore menjelang, menunggu bayang-bayang sunset melewati bukit Campuhan, menikmati alunan nyanyi sungai membentur batu,
lagu ilalang yang dipetik angin,
ditemani kupu-kupu liar yang terbang rendah.
Ketika bayang-bayang matahari memantul di sela-sela padi dan memberi kita pagi!
Membuka jendela timur kamar penginapan, tergelar kolam renang biru dengan air bening di hadapanku. Terhidang teh hangat dan roti panggang di teras yang memandang tebing sungai dan padi menguning dikejauhan, dihibur oleh ketukan tak teratur gemeric air yang jatuh dari pancuran patung batu.
Ketika kau datang sekonyong-konyong dan memelukku erat tanpa kata.
Masih juga tak kau lepas,… walau telah basah kuyup bajuku menghapus air mata yang tak henti mengalir dari kedua mata indahmu itu.
Lama aku berpikir, setelah jauh aku menjelajah,
Apa yang aku cari?
Gedung bertingkat 28?
Sky Tower?
Kehidupan malam?
Klub dengan musik hingar?
Taman kota penuh hiburan?
Pertunjukan teater di hall megah?
Bukan,… bukan.... (pikirku)
Bukan..........
Saat-saat kamu menenteng belanjaan souvenirku di pasar Ubud!
Saat kita makan sate ayam dan seketika hujan turun,...
Saat kau duduk di tepi kolam renang, membawakan segelas jus jeruk buatku,..
Saat kau merapikan segala isi tas ranselku yang tak pernah rapi,
Saat kau terlelap lelah menemaniku dan beribu wajah malaikat terpancar dari wajah unikmu....
Saat kau menatap mataku tanpa kata, hanya seutas senyum.
Saat aku belikan kau hadiah baju kaos merah muda bergambar bunga lotus putih,
dan tas karung rajut bertulis “Lets think about earth” yang dibuat oleh seorang perempuan kecil yang baru pulang sekolah saat ia menjaga tokonya.
Huuuuh.........
Ketika hari ini,…
Kita melewati hari seperti biasa,
Melawan waktu dengan kerja,
Membiarkanmu pergi atas nama cinta,
Menulisi kembali buku kehidupan dengan pena mimpi kita,
Aku memilih bersahaja,
Hidup sederhana dan lurus saja,
Seperti seruling bambu,
Tempat menyatukan nada-nada indah gamelan,
gemericik air sungai campuhan,
suara angin yang memetik ilalang,
dan detak suara hatiku, menjadi nada-nadanya yang baru!
Tentu ku biarkan Sang Pencipta memainkannya!
Sekali kau mengenali wajah-Nya dalam lukisan alam dan kehidupan,
maka kau akan mengenal arti kata cinta yang sebenarnya.
copyrighted ©
pande putu setiawan
campuhan, 10 Mei 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
Menelisik Ubud
- Suara Muda Ubud
- coretan-coretan, potret, kisah tentang UBUD dari kaca mata para muda yang mencintai kesahajaan ubud dari hati terdalam. :)
Kategori
- essay (6)
- petikan hari ini (1)
- photo (10)
- sastra (2)
- tips sukses (2)
- wawancara (2)










